Senin, 13 Juni 2016
BAB 7 HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Harmonisasi
merupakan proses untuk menigkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik
akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-prkatik
tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan
dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang
berasal dari berbagai negara. Upaya untuk melakukan harmonisasi standar
akuntansi telah dimulai jauh sebelum pembentukan Komite Standar Akuntansi
Internasional pada tahun 1973. Harmonisasi akuntansi internasional merupakan
salah satu isu terpenting yang dihadapi oleh pembuat standar akuntansi, badan
pengatur pasar modal, bursa efek, dan mereka yang menyusun atau menggunakan
laporan keuangan.
Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi :
1. Standar akuntansi
yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan.
2. Pengungkapan
yang dibuat oleh perusahaan - perusahaan publik terkait dengan penawaran surat
berharga dan pencatatan pada bursa efek.
3. Standar audit.
A. Survey
Konvergensi Internasional
Manfaat Konvergensi Internasional
Menurut pendukung Konvergensi Internasional, banyak
manfaat yang dirasakan dengan adanya konvergensi. Surat kabar terkini
mengusulkan adanya “Global GAAP”, dimana memiiiki keuntungan antara lain:
1. Standar
laporan keuangan yang berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten
diseluruh negara, dimana membantu dalam meningkakan efisiensi alokasi
modal. Biaya modal akan dikurangi.
2. Para
investor dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi. Portofolio
lebih bermacam-macam dan resiko keuangan dapat dikurangi, sehingga transparansi
dan persaingan di pasar global akan lebih terjaga.
3. Perusahaan-perusahaan
dapat meningkatkan strategi dalam mengambil keputusan mengenai merger dan
akuisisi area usaha.
4. Pengetahuan
dan keahlian akuntansi dapat ditansfer tanpa batasan ke seluruh dunia.
5. Ide-ide
terbaik yang muncul dari aktivitas berstandar nasional dapat ditonjolkan dalam
mengembangkan standar global dengan kualitas terbaik.
Kritik Atas Standar Internasional
Standar Akuntansi Internasional juga menuai kritik,
diantaranya:
1. Para
kritikus ragu jika Standar Internasional cukup fleksibel dalam mengatasi
perbedaan-perbedaan latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi di seiap
negara.
2. Anggapan
bahwa ketika institusi keuangan Internasional dan Pasar Internasional
bersikeras menggunakan Standar Internasional, dan hanya firma-firma akuntansi
internasional yang luas yang mampu memenuhi tuntutannya.
3. Muncul
ketakutan bahwa penggunaan standar internasional akan menciptakan “Standar
Overload”
4. Kritikus
bersikeras bahwa standar internasional tidaklah cocok untuk
perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, terutama perusahaan yang tidak
terdaftar dalam akuntabilitas publik.
Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang
digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan
lintas batas, yakni
1.
Rekonsiliasi
Melalui
rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi
antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan ekuitas
pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan
dilaporkan.
2.
Pengakuan Bersama
Pengakuan
bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan
keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
3.
Evaluasi
Keberhasilan
usaha-usaha konvergensi terbaru yang dilakukan oleh organisasi-organisasi
internasional dapat menjadi ciri bahwa konvergensi terjadi sebagai respon
(tanggapan) alami terhadap tuntutan ekonomi.
B. Beberapa Peristiwa Penting dalam Sejarah Penyusunan
Standar Akuntansi Internasional
Beberapa peristiwa penting dalam sejarah penyusunan
standar akuntansi Internasional, antara lain:
1. 1959
Jacob Kraayenhof, mitra pendiri sebuah firma akuntan independen Eropa yang
utama dan mendorong agar usaha pembuatan standar akuntansi Internasional
dimulai.
2. 1961
Groupe d’Etudes, yang terdiri dari akuntan profesinal yang didirikan di Eropa
untuk memberikan nasihat kepada pihak berwenang Uni Eropa dalam masalah-masalah
yang menyangkut akuntansi.
3. 1966
Kelompok Studi Internasional Akuntan, didirikan oleh Institute Profesional di
Kanada, ,Inggris, dan Amerika Serikat.
Ikhtisar Organisasi Besar Internasional yang
Mendukung Konvergensi Akuntansi
Enam organisasi yang menentukan standar akuntansi
Internasional dan memajukan penyelarasan akuntans Internasional, diantaranya:
1. International
Accounting Standards Board (IASB)
2. Commision
of The European Union (EU)
3. International
Organization of Securities Commissions (IOSCO)
4. International
Federation of Accountants (IFAC)
5. United
Nations Intergovernmental Working Group Of Experts On Standards Of Accounting
And Reporting (ISAR)
6. Organization
for Economic Cooperation and Development Working Group on Accounting Standards
(OECD Working Group)
C. International Accounting Standards Board (IASB)
Tujuan dari IASB diantaranya:
1. Mengembangkan
untuk kepentingan publik, seperangkat standar akuntansi yang berkualitas
tinggi, mudah dimengerti dan tidak sulit untuk dilaksanakan, yang menurut
informasi berkualitas tinggi, transparansi dan sebanding mengenai laporan
keuanngan dan kondisi keuangan lainnya.
2. Memajukan
penggunaan dan penerapan yang tepat dari standar-standar yang dibuat.
3. Memperhatikan
kebutuhan khusus perusahaan kecil, menengah dan perkembangan ekonomi guna
memenuhi tujuan nomor 1 dan 2.
4. Meningkatkan
kualitas konvergensi standar akuntansi di setiap negara serta Standar Akuntansi
Internasional dan Sandar Pelaporan Keuangan Internasional
International Organization of Securities Commissions
(IOSCO)
IOSCO Atau Organisasi Internasional Komisi Pasar
Modal beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari
100 negara. Tujuan dari IOSCO diantaranya:
a. Bekerja
sama untuk memajukan peraturan standar tinggi agar dapat memelihara pasar yang
adil, efisien, dan baik.
b. Bertukar
informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar
domestik.
c. Menyatukan
usaha setiap negara untuk membuat standar dan pengawasan yang tepat terhadap
transaksi sekuritas di setiap negara.
d. Saling
membantu memajukan integritas pasar dengan menerapkan standar-standar secara
teliti dengan menindak segala pelanggaran.
International Federation of Accountants (IFAC)
IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang
memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara yang mewakili leih dari 2,5 juta
akuntan. IFAC didirikan pada tahun 1977. Misinya adalah memperkuat profesi
akuntansi di seluruh dunia dan memberikan peran terhadap perkembangan ekonomi
internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan kesetiaan terhadap
standar profesional berkualitas tinggi, memperluas konvergensi internasional,
dan berbicara mengenai masalah kepentingan publik dimana keahlian profesi
tersebut lebih relevan.
SUMBER :
Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Unknown
My Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
UNIVERSITAS GUNADARMA
0 komentar:
Posting Komentar