Senin, 22 Oktober 2012

tips menghemat uang jajan

1. bawa makanan (bekal) dari rumah ketika beraktivitas
2.kalau bisa jaga jarak terhadap teman teman yang boros
3.kurangi jalan jalan ke mall
4. Kurangi Pengeluaran Yang Tidak Perlu
5. kalau bisa beli barang apa pun ditawar terlebig dahulu
6.  puasa senin kamis
7.jangan lupa menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung
8. janagn lupa juga buat pemasukan sama pengeluaran dicatat jga agar tahu pengeluaran setiap harinya untuk apa aja
Sabtu, 20 Oktober 2012

Teori manajemen klasik


 
Teori manajemen klasik beranggapan bahwa manusia itu sifatnya rasional, berfikir logis, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Oleh karena itu teori klasik berangkat dari premis bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut struktural atau anatomi organisasi.
Pelopor teori manajemen klasik yang lain yaitu Henri Fayol yang lebih dikenal dengan teorinya organisasi klasik, yang menyatakan ada 5 pedoman manajemen yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pengkomandoan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Prinsip-prinsip pokok menurut Fayol:1) kesatuan komando, 2) wewenang harus didelegasikan, 3) inisiatif harus dimiliki seorang manajer, 4) adanya solidaritas kelompok. Prinsip-prinsip tersebut harus bersifat luwes. Selain itu, Fayol juga mengetengahkan empat belas prinsip administrasi yang sangat terkenal, yakni :
1.    Pembagian kerja (Dvision of Labor), yaitu semakin mengkhusus manusia dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban berjalan.
2.    Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang formal. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat memaksa kepatuhan orang lain.
3.    Disiplin (Discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan ini dan juga kesepakatan yang ada, seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.
4.    Kesatuan komando (Unity of Command), yang berarti setiap karyawan hanya menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.
5.    Kesatuan pengarahan (Unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama yang harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana kerja.
6.    Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu kepentingan perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai satu keseluruhan.
7.    Renumerasi Personil (Renumeration of Personnel), dalam arti imbalan yang adil bagi karyawan dan pengusaha.
8.    Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.
9.    Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan organisasi.
10.    Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada  tempat dan waktu yang tepat.
11.    Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajern terhadap bawahannya.
12.    Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak banyak pergantian karyawan yang keluar masuk organisasi.
13.    Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahan-kesalahan.
14.    Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak.
Tokoh teori manajemen klasik berikutnya yakni Max Weber.Weber memandang dunia, khususnya masyarakat, secara sekular dan rasional.Di dalam membangun dan mengoperasikan suatu lembaga manusia yang terlibat di dalamnya, cenderung mendasarkan tindakannya pada pengetahuan, pengambilan keputusan rasional.Dia memandang birokrasi yang ada di organisasi merupakan alat yang sangat efisien dalam mengoperasikan organisasi-organisasi yang berskala besar, baik swasta maupun milik pemerintah.
Ciri-ciri pokok birokrasi ini adalah :
1.    Pembagian kerja yang tegas dan spesialisasi yang tinggi. Setiap biro yang ada di bawah berada di bawah kontrol yang lebih tinggi (hierarkis).
2.    Sistem pemerintahan diadministrasikan secara obyektif.
3.    Penempatan tenaga kerja, penugasannya didasarkan pada kualifikasi, bukan pada hubungan sanak famili atau favoritas.
4.    Adanya keamanan kerja bagi bawahan, dan
5.    Penggunaan catatan, dokumen, dan arsip-arsip secara ekstensif.
Alasan saya memilih manajemen klasik itu pda awalnya si tertarik pada  salah satu kata judulnya yang tertuliskan “KLASIK”.
Seteah saya baca ternyata manajemen klasik menekankan pentingnya perilaku manusia dalam berorganisasi tapi juga manusia dituntut kerja keras.lalu saya menyimpulkan Dalam teori manjemn klasik ternyata dipelopori oleh HENRY FAYOL  dan tokohnya yaituMAX WEBER. fayol menyatakan ada pedoman pada manjeman Yaitu  berupa perencanaan,perorganisasian,pengkomandoan,pengkordinasian,pengawasan.
Menurut saya henry fayol lebih mengartikan manejemen klasik ke pda suatu perencanaan dalam berorganisasi dan juga prinsip dalam bekerja salah satunya ya seperti disiplin,bertanggung jawab,tata tertib,keadilan,dan lain lain .
Setelah membca prinsip-prinsip yg dikemukan oleh fayol tentang manajemen klasik yaitu manusia akan terus menerus bekerja keras dan memaksakan dirinya seperti robot jika diberi imbalan yang lebih, Merupakan rutinitas yang membosankan padahal manusia mempunyai titik jenuh atau bosan terhadap suatu pekerjaan yan diulang terus-menerus secara monoton,terlalu banyak aturan yang berbelit belit, Teori ini juga beranggapan bahwa jika pekerjaan seseorang semakin dispesialisasi, maka produktifitas mereka akan semakin bagus dan banyak (tinggi). Namun pada kenyataannya terdapat titik jenuh yang menurunkan produktifitas dari spesialisasi kerja manusia tersebut karena manusia mempunyai rasa bosan dan jenuh
     Teori manajemen klasik  juga dapat diterpkann dalam bimbingan dan konseling dikaitkan dengan program supervisi bimbingan dan koseling  yakni usaha untuk mengkoordinasikan dan menuntun pertumbuhan konselor secara berkesinambungan baik secara individual mampun secara kelompok supaya dapat memahami dan memberikan layanan secara efektif .
Mungkin itu kesimpulan saya kenapa memilih teori manjemn klasik

About Me

My Blog List

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA

Blogroll

Blogger templates

Blogger news

Recent posts