Selasa, 04 Juni 2013
Analisi Kasus Pembangunan Daerah
Pendekatan Ekonomi di Papua Belum Efektif
Ia menekankan kembali
pentingnya pendekatan ekonomi dan kesejahteraan di Papua dari pada pendekatan
keamanan sesuai Inpres no 5/2007 mengenai percepatan pembangunan Papua.
"Sektor utama menjadi bidang kementerian perekonomian, namun karena kementerian ini banyak tugas, implementasinya di Papua belum efektif. Maka pada 2010 inpres tersebut dievaluasi kembali," kata Joko.
Dengan pendekatan ekonomi dan kesejahteraan, sektor utama yang dibidik adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. "Mari kita melihat ke depan, tidak usah melihat ke belakang," ujar Joko.
Menurut Mendagri Gamawan Fauzi, pemerintah Papua diberi kewenangan untuk mengalokasikan 30 persen dari dana pemerintah pusat untuk pendidikan. Sedangkan 15 persen lainnya untuk kesehatan dan perbaikan gizi. Sisanya ditujukan untuk pembangunan infrastruktur.
Untuk sektor pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh membidik pembangunan sarana dan pra sarana. Untuk mengatasi kekuarangan guru, Kemendikbud mengunggulkan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal ( SM-3T). Sedangkan untuk siswa disediakan alternatif sekolah berasrama.
Kasus TB, AIDS, tingkat kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Papua menjadi perhatian Kemenkes. Kasus AIDS di Papua masih menduduki nomor dua terbanyak setelah DKI Jakarta.
"Kita akan total football, menyelesaikan masalah dari hulu, mencakup moral, agama, kesehatan reproduksi, dan bahaya obat-obat terlarang," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.
Untuk infrastruktur, sederet proyek perintis telah disiapkan pemerintah termasuk jalan raya, lapangan terbang, dan pelabuhan. Pelabuhan yang selama ini lebih banyak di garis pantai utara, nanti akan diimbangi dengan pembangunan di pantai selatan untuk membuka jalur transportasi selatan dari Papua ke Maluku, Nusa Tenggara, dan seterusnya.
Masalah infrastruktur menjadi hambatan besar di Papua. Sulitnya jalur suplai membuat harga barang meroket. Di Puncak Jaya misalnya, harga semen per sak bisa mencapai Rp 2 juta.
Masalah lainnya adalah sumber daya manusia. Selain tenaga pendidik dan kesehatan, Papua juga membutuhkan banyak penerbang untuk mengisi jalur penerbangan perintis atar wilayah.
"Sektor utama menjadi bidang kementerian perekonomian, namun karena kementerian ini banyak tugas, implementasinya di Papua belum efektif. Maka pada 2010 inpres tersebut dievaluasi kembali," kata Joko.
Dengan pendekatan ekonomi dan kesejahteraan, sektor utama yang dibidik adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. "Mari kita melihat ke depan, tidak usah melihat ke belakang," ujar Joko.
Menurut Mendagri Gamawan Fauzi, pemerintah Papua diberi kewenangan untuk mengalokasikan 30 persen dari dana pemerintah pusat untuk pendidikan. Sedangkan 15 persen lainnya untuk kesehatan dan perbaikan gizi. Sisanya ditujukan untuk pembangunan infrastruktur.
Untuk sektor pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh membidik pembangunan sarana dan pra sarana. Untuk mengatasi kekuarangan guru, Kemendikbud mengunggulkan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal ( SM-3T). Sedangkan untuk siswa disediakan alternatif sekolah berasrama.
Kasus TB, AIDS, tingkat kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Papua menjadi perhatian Kemenkes. Kasus AIDS di Papua masih menduduki nomor dua terbanyak setelah DKI Jakarta.
"Kita akan total football, menyelesaikan masalah dari hulu, mencakup moral, agama, kesehatan reproduksi, dan bahaya obat-obat terlarang," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.
Untuk infrastruktur, sederet proyek perintis telah disiapkan pemerintah termasuk jalan raya, lapangan terbang, dan pelabuhan. Pelabuhan yang selama ini lebih banyak di garis pantai utara, nanti akan diimbangi dengan pembangunan di pantai selatan untuk membuka jalur transportasi selatan dari Papua ke Maluku, Nusa Tenggara, dan seterusnya.
Masalah infrastruktur menjadi hambatan besar di Papua. Sulitnya jalur suplai membuat harga barang meroket. Di Puncak Jaya misalnya, harga semen per sak bisa mencapai Rp 2 juta.
Masalah lainnya adalah sumber daya manusia. Selain tenaga pendidik dan kesehatan, Papua juga membutuhkan banyak penerbang untuk mengisi jalur penerbangan perintis atar wilayah.
Analisis :
Untuk Mengatasi masalah Pembangunan Daerah dalam
artikel ini menurut saya adalah sebagai berikut :
sebenarnya
kasus-kasus yang ada dalam pembangunan daerah itu menurut saya yang pertama
ialah tentang alokasi biaya(pendanaan) yang mengalir ke tangan-tangan yang
tidak bertanggung jawab.sehingga pembangunan tidak terealisai secara sempurna.
Contohnya itu seperti pada artikel ini minimnya pengetahuan (pendidikan) dalam
suatu daerah (papua). Seharusnya mentri yang bertugas dalam bidang ini dapat
melihat betapa buruknya pendidikan di daerah yang berwaktu WIT itu. Seharusnya
pemerintah dapat membantu masalah pendidikan didaerah ini agar masyarakatnya
bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak di kota yang penuh kekayaan alam
ini.bukan kah pengangaran dana untuk masalah seperti ini sudah di alokasikan ke
pada yang semestinya (yang membutuhkan).tapi mengapa pendidikan di daerah
tersebut masih sangat minim?
Dan
dikota yang penuh dengan kekayaan alam ini seharusnya pemerintah dapat
membangun daerah tersebut menjadi kota yang semakin indah.dengan memfasilitasi
atau pun membangun daerah tersebut dengan memperbaiki infrastruktur yang ada
disana dan memberikan sarana dan prasarana yang memadai bagi kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakat yang tinggal didaerah tersebut.
Memang
kasus –kasus pembangun daerah tidak mudah untuk teratasi.butuh proses yang
bertahap agar masalah pembangunan daerah dapat teratasi.
Pendapat
saya ,cara untuk mengatasinya antara lain :
1. Untuk pendidikan
Tenaga kerja dalam bidang pendidikan ke
daerah-daerah terpencil harus ditingkatkan dengan pembangunan sekolah sekolah
yang layak seprti yang ada dikota besar,dan pemasokan buku - buku pelajaran
yang sesuai dengan materi - materi pelajaran,
2.
Infrastruktur
Untuk menuju ke tempat - tempat yang sangat
terkecil,pemerintah seyogyanya dpt membangun jalanan agar dapat dilintasi oleh
kendaraan,pembangunan jembatan sebagai penyebrangan diantara kali juga
penting,atau pun pemerintah dapat bekerja sama dengan PT yang mempunya angkutan
umum untuk beroprasinya angkutan umum di tempat yang jarang transportasi
tersebut.
3.
Kesehatan
Untuk kesehtan seharusnya pemerintah
mengirim tenaga medis untuk bekerja disana membantu mengatasi masalah kesehatan
masyarakt disana.karena kesehatan masyarakat disana sangat memperhatinkan.
Source :
http://www.kemendagri.go.id/news/2013/04/11/menko-polhukam-pendekatan-ekonomi-di-papua-belum-efektif
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Unknown
My Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
UNIVERSITAS GUNADARMA