Minggu, 17 April 2016
BAB 6 Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga
BAB
VI
Pelaporan
Keuangan dan Perubahan Harga
1. Perubahan
Harga
Perubahan harga umum terjadi apabila
secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian
mengalami perubahan. Unit-unit moneter memperoleh keuntungan atau mengalami
kerugian daya beli. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation),
sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi (deflation).
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran. Jadi laju inflasi per tahun dalam suatu negara mungkin berkisar sekitar 5%, sementara harga satu unit apartemen dengan satu kamar tidur mungkin meningkat sebesar 50% selama periode yang sama.
2. Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan Selama Periode Perubahan Harga
Perubahan harga spesifik mengacu pada perubahan dalam harga barang atau jasa tertentu yang disebabkan oleh perubahan dalam permintaan dan penawaran. Jadi laju inflasi per tahun dalam suatu negara mungkin berkisar sekitar 5%, sementara harga satu unit apartemen dengan satu kamar tidur mungkin meningkat sebesar 50% selama periode yang sama.
2. Laporan Keuangan Memiliki Potensi Untuk Menyesatkan Selama Periode Perubahan Harga
Selama periode inflasi, nilai aktiva
yang dicatat sebesar biaya akuisisi awalnya jarang mencerminkan nilai
terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aktiva yang lebih rendah menghasilkan
beban yang dinilai lebih rendah dan laba dinilai lebih tinggi. Ketidakakuratan
pengukuran ini mendistorsi :
1. proyeksi keuangan yang didasarkan pada data
seri waktu historis,
2. anggaran
yang menjadi dasar pengukuran kinerja, dan
3. data kinerja yang tidak dapat mengisolasi
pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan.
Laba yang dinilai lebih
pada gilirannya akan menyebabkan :
a. Kenaikan
dalam proporsi pajak.
b. Permintaan
deviden lebih banyak dari pemegang saham.
c. Permintaan
gaji dan upah yang lebih tinggi dari pada pekerja.
d. Tindakan
yang merugikan dari negara tuan rumah (pengenaan pajak lebih besar).
3.Jenis Penyesuaian
Inflasi
Penyesuaian Tingkat Harga Umum. Jumlah mata uang yang
disesuaikan terhadap perubahan tingkat harga umum (daya beli) disebut sebagai
mata uang konstan biaya histories atau ekuivalen daya beli umum. Jumlah mata
uang yang belum disesuaikan sedemikian rupa disebut sebagai jumlah nominal.
Sebagai contoh, selama periode kenaikan harga, aktiva berumur panjang yang
dilaporkan didalam neraca sebesar biaya akuisisi awalnya dinyatakan dalam mata
uang nominal.
Penyesuaian Biaya Kini.Model biaya kini berbeda dengan
akuntansi yang konvesional dalam dua aspek utama. Pertama, aktiva tetap dinilai
berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. Kedua, laba adalah jumlah
sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan dalam suatu periode
(tanpa memperhitungkan komponen pajak), namun tetap dapat mempertahankan
kapasitas produktif atau modal fisik perusahaan.
4.
Sudut Pandang Internasional Terhadap
Akuntansi Inflasi
Negara
telah mencoba metode inflasi yang berbeda. Praktik aktual juga mencerminkan
pertimbangan paragmatis seperti parahnya laju inflasi nasional dan pandangan
pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh angka akuntansi inflasi. Mengamati
beberapa metode akuntansi inflasi yang berbeda sangat bermanfaat pada saat
menilai kondisi paling mutakhir saat ini.
Amerika Serikat
Pada tahun 1979, FSAB mengeluarkan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (statement of financial accounting
standards-SFAS) No. 33. Berjudul “pelaporan keuangan dan perubahan harga”,
pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan
dan aktiva tetap.
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS No.33 mengemukakan bahwa :
Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS No.33 mengemukakan bahwa :
1. Pengungkapan
ganda yang diwajibkan oleh FASB membingungkan.
2. Biaya
untuk penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar
3. Pengungkapan daya beli konstan biaya historis
tidak terlalu bermanfaat bila dibandingkan data biaya kini.
Inggris
Komite Standar Akuntansi Inggris
(Accounting Standard Commitee-ASC) menerbitkan Pernyataan Standard Praktik
Akuntansi 16 (Statement Of Standard Accounting Practice-SSAP 16). Perbedaan
SSAP 16 dengan SFAS 33 yaitu :
1. Apabila
standar AS mengharuskan akuntansi dolar konstan dan biaya kini, SSAP 16 mengadopsi
hanya metode biaya kini untuk pelaporan eksternal.
2. Apabila
penyesuaian inflasi AS berpusat pad laporan laba rugi, laporan biaya kini di
Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini, beserta
pencatatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan :
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan :
1. Menyajikan
akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap
biaya historis.
2. Menyajikan
akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun
pelengkap biaya kini.
3. Menyediakan akun-akun biaya kini sebagai
satu-satunya akun yang dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai.
Badan Standar Akuntansi Internasional
IASB telah menyimpulkan bahwa
laporan posisi keuangan dan kinerja operasi dalam mata uang lokal menjadi tidak
berarti lagi dalam suatu lingkungan yang mengalami hiperinflasi. Secara khusus
laporan keuangan suatu perusahaan yang melakukan pelaporan dalam mata uang
perekonomian hiperinflasi, apakah didasarkan pada kerangka penilaian biaya historis
atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai dengan daya beli konstan pada
tanggal neraca. Aturan ini juga berlaku untuk angka terkait dalam periode
sebelumnya. Keuntungan atau kerugian daya beli yang terkait dengan posisi
kewajiban atau aktiva moneter bersih dimasukan kedalam laba kini.
Perusahaan
yang melakukan pelaporan juga harus mengungkapkan :
a. Fakta
bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukuran telah
dilakukan
b. Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan
dalam laporan keuangan utama yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini
c. Identitas
dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan perubahannya
selama periode pelaporan
d. Keuntungan
atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut
5.
Isu- isu mengenai inflasi
Terdapat
4 isu akuntansi inflasi diantaranya :
a. Apakah
dolar konstan atau biaya kini yang lebih baik mengukur pengaruh inflasi.
b. Perlakuan
akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi.
c. Akuntansi
inflasi luar negeri.
d. Menghindari
fenomena kejatuhan ganda.
BAB 5 Translasi Mata Uang Asing I & II
BAB V
Translasi Mata Uang Asing I &
II
A. ALASAN
TRANSLASI MATA UANG ASING
Banyak permasalahan yang berhubungan
dengan translasi mata uang asing muncul dari fakta bahwa nilai relatif mata
uang asing hampir tidak pernah stabil. Tingkat variabelitas nilai tukar,
dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan
penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian, semakin
mempersulit untuk dapat membandingkan hasil suatu perusahaan dengan prusahaan
lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan
periode lainnya.
Terdapat tiga alasan tambahan dalam
translasi mata uang asing :
a. mencatat
transaksi mata uang asing,
b. mempehitungkan
efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang`, dan
c. berkomunikasi
dengan peminat saham asing.
Akhirnya kenaikan jumlah investasi
internasional meningkatkan kebutuhan untuk menyampaikan informasi pembukuan
perusahaan yang berdomisili pada satu negara kepada para investor di negara
lainnya.
B. LATAR
BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang asing merupakan
translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan
poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya dolar AS. Mata
uang pada perdagangan negara-negara utama dibeli atau dijual pada pasar global.
Peserta pasar termasuk bank dan perantara keuangan lainnya, perusahaan bisnis,
individu, dan pedagang internasional dihubungkan oleh jaringan komunikasi
modern.
Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward,
atau pasar swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan
translasi langsung ataupun translasi tidak langsung.
C. EFEK
LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI
MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat
digunakan untuk mentranskasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang
domestik.
a. Pertama,
kurs saat ini, adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.
b. Kedua,
adalah kurs historis, yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset
dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata
uang asing pertama kali muncul.
c. Ke
tiga kurs rata-rata, yaitu nilai
rat-rata biasa atau dengan pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu.
Kurs historis pada umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing
dalam laporan keuangan domestik.
Transaksi Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik pada
transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang
asing.
Transaksi
mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi dihitung dengan
mata uang lain. Untuk mengerti alasannya, pertama-tama pertimbangkan gagasan
mengenai mata uang fungsional.
FAS
No. 52 keputusan pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing,
mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata uang asing
1.
Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban,
keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang
fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada
saat itu.
2.
Pada setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain
mata uang fungsional ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan
nilai tuka saat itu.
Terdapat
dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian transaksi
1. Perspektif
Transaksi Tunggal
Pada
transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan
sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa
transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
2. Perspektif
Ganda
Pada
perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan kejadian
yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
Untuk
tujuan keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk
transaksi mata uang asing.
D.
TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi secara internasioanal menggunakan berbagai metode
untuk
menunjukkan
aset, utang, pendapatan, dan beban dalam mata uang domestik yang
dinyatakan
dalam mata uang asing. Metode mata uang asing, seperti
1. Metode
Nilai Tukar tunggal
Metode
nilai tukar tunggal , yang diketahui juga sebagai metode kurs saat ini, telah
lama populer di EropaMetode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga
penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing. Pada
metode ini, laporan keuangan operasional asing memiliki laporan domisili
tersendiri
2. Metode
Nilai Tukar Ganda
Metode
nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses
translasi mata uang asingnya
a. Metode Current-Noncurrent
Pada metode ini, aset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat
itu dan utang lancar ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka
pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini.
b. Metode
Moneter-Nonmoneter
Metode ini juga
menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang
asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter ditranslasikan dalam kurs saat
ini.
c. Metode
Kurs Sementara
Dengan metode ini, translasi mata uang asing tidak mengubah
sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan
saja. Pada metode ini, item moneter seperti kas, piutang, dan utang
ditranslasikan dalam kurs saat itu.
Keuntungan dan Kerugian Translasi
Mata Uang Asing
Secara internasional, perlakuan
akuntansi terhadap penyesuaian tersebut sama banyaknya dengan prosedur
translasi mata uang asing.Pendekatan akuntansi untuk penyesuaian translasi mta
uang asing mulai dari penangguhan hingga tidak ada penangguan dengan pendekatan
hybrid pada keduanya
a.
Penangguhan
b.Penangguhan
dan Amortisasi
c.
Penangguhan sebagian
d.
Tidak ada penangguhan
E.
PENGEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
Praktik
akuntansi mata uang asing telah berkembang seiring waktu dalam respons terhadap
meningkatnya kompleksitas operasional multinasional dan perubahan dalam sistem
moneter internasional
1. Pra-1965
Sebelum 1965 praktik translasi mata
uang asing pada banyak perusahaan AS dipandu oleh Bab 12 Accounting Research
Bulletin No.43. Pernyataan tersebut mengadvokasi metode current-noncurrent.
Keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara langsung terhadap
pendapatan. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dimasukkan ke
dalam keuntungan selama periode yang ada. Kerugiannya diakui dalam pendapatan
lancar.
2. 1965-1975
ARB No.43 memperoleh beberapa
pengecualian khusus dalam metode current-noncurrent. Dalam keadaan khusus
persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis. Lebih jauh, translasi
mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs
saat ini tersebut diperbolehkan setelah accounting principles board opinion
No.6 dikeluarkan pada tahun 1965. Perusahaan tersebut memberikan pilihan
translasi mata uang asing lain bagi perusahaan dalam ARB No.43
3. 1975-1981
Untuk mengakhiri perbedaan metode
pada standar translasi mata uang asing sebelumnya, Financial acccounting
Standards board (FASB) mengeluarkan FAS No.8 pada tahun 1975. Pernyataan ini
secara segnifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukkan GAAP AS
dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementaraFAS No. 8
ternyata kontroversial. Sementara beberapa menghargai usulan yang teoritis,
banyak yang tidak menyetujui atas ditorsi yang ditimbulkan dalam pendapatan
perusahaan.
4. 1981-sekarang
Pada bulan mei 1978, FASB mengundang
komentar masyarakat tentang 12 keputusan pertamanya. FASB mempertimbangkan FAS
No.8 dan setelah beragam public meeting dan dua penjelasan berkas, akhirnya
mengeluarkan statement of Financial Accounting Standards No.52 pada tahun 1981.
F.
GAMBARAN STANDARD NO.52/STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
Tujuan translasi mata uang asing
dalam FAS No.8 berbeda secara substansi dari FAS No.52 FAS No.8,
mengadopsi perspektif induk perusahaan dengan memberi syarat bahwa laporan
keuangan mata uang asing dipresentasikan jika seluruh transasi mengikuti mata
uang yang digunakan induk perusahaan. Lebih jauh, mata uang fungsional
menunjukkan pilihan metode translasi mata uang asing yang digunakan untuk
tujuan usaha gabungan dan disposisi keuntungan dan kerugian nilai tukar.
Translasi Saat Mata Uang Lokal
adalah Mata Uang Fungsional
Jika mata uang fungsional dalah mata
uang asing yang tercatat dan dimasukkan, maka laporan keuangannya ditraslasikan
ke dalam dolar menggunakan metode kurs saat ini. Hasil keuntungan dan kerugian
traslasi mata uang asing diungkapkan dalam komponen yang terpisah dalam ekuitas
gabungan.Hal tersebut menjaga rasio laporan keuangan karena dikalkulasikan dari
pernyataan mata uang lokal.
Translasi saat Mata Uang Induk
Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
Saat mata uang induk perusahaan
adalah mata uang fungsional asing gabungan, laporan keuangan mata uang asing
tersebut akan dihitung terhadap dolar menggunakan metode kurs sementara.
Seluruh keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing muncul dari proses
translasi mata uang asing dimasukkan dalam perhitungan current-periode income.
Translasi saat Mata Uang Asing
adalah Mata Uang Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan
tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang
fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan
akan dihitung ulang dari mata uang lokal ke dalam mata uang fungsional (metode
kurs sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan kurs saat
ini.
G.
PERMASALAHAN PERHITUNGAN
Para pengguna akun gabungan harus
mengerti beberapa permasalahan jika mereka ingin menginterpretasikan dengan
tepat efek keuangan akibat translasi mata uang asing. Beberapa permasalahan
tersebut adalah
a.
Perspektif Laporan
b.
Apa yang terjadi dengan Harga Perolehan
c.
Konsep Pendapatan
d.
Laba Terkelola
BAB 4 Pelaporan dan pengungkapan
BAB IV
Pelaporan dan pengungkapan
v PERKEMBANGAN
PENGUNGKAPAN
Standard
dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan,
undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan
ekonomi, pendidikan, budaya, dan faktor-faktor lainnya. Di amerika
Serikat, Inggris Raya dan Anglo-Amerika lainnya, ekuitas pasar palong berjasa
dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju, Sedangkan,
Di negara-negara seperti Perancis, Jerman, Jepang dan berbagai negara dengan
pasar yang baru muncul, pemegang saham tetap berkonsentrasi dan bank secara
tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan.
v PENGUNGKAPAN
SUKARELA
Manajer
harus memiliki insiatif untuk mengungkap informasi mengenai performa perusahaan
secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya
transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang
lebih tinggi dari analis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham
dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan yang diungkapkan meliputi tuntunan
bagaimana perusahaan bisa menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial
mereka kepada investor.
v KEBUTUHAN
PENGATURAN PENGUNGKAPAN
Frost dan Lang membahas
dua objek investor berorientasi pasar, yaitu:
1. Proteksi
Investor
Investor dijamin dengan
informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar.
2. Kualitas
Pasar
Pasar adalah adil, tersusun,
efisien, dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan jahat.
Frost
dan Lang juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi pasar yang
harus dijalankan, yaitu:
1. Keefektifan
biaya.
2. Fleksibilitas
dan kebebasan pasar.
3. Laporan keuangan transparan dan pengungkapan
menyeluruh.
4. Perlakuan
setara perusahaan domestic dan asing.
v PEMBAHASAN
LAPORAN KEUANGAN SEC AMERIKA SERIKAT
SEC
secara umum mewajibkan pendaftar asing untuk melengkapi informasi keuangan yang
pada hakikatnya sama dengan yang dibutuhkan perusahaan domestic. Syarat laporan
SEC secara umum konsisten dengan sasaran proteksi investor dan kualitas pasar.
Akan tetapi, kebutuhan laporan yang kuat mungkin merahin tujuan proteksi
investor pada kesempatan mengurangi biaya investasi modal atau mengesankan
biaya transaksi tinggi dalam berinvestasi.
v PRAKTIK
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
1. PENGUNGKAPAN
INFORMASI PROGRESIF
Pengungkapan informasi progresif
adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia.
Istilah
informasi progresif meliputi :
a. Perkiraan
pendapatan, laba (rugi), arus kas, pengeluaran modal dan hal-hal keuangan
lainnya.
b. Tujuan
informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi di masa depan yang tidak menentu
daripada perkiraan menyangkut ptoyek, periode fiscal, dan proyeksi jumlah.
c. Laporan
program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan.
2. PENGUNGKAPAN
SEGMEN
Pengungkapan segmen lebih membantu
pengguna laporan keuangan untuk memahami bagaimana bagian-bagian perusahaan
menata semuanya, baik secara usaha reveal ataupun letak geografis.
3. PELAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL
Laporan pertanggungjawaban sosial
mengacu pda pengukuran dan komunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan
terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan lingkungan.
Informasi mengenai kesejahteraan
pegawai menyangkut hal-hal: kondisi pekerjaan; keamanan bekerja;kesempatan yang
sama; aneka ragam pekerjaan; dan buruh anak-anak.
v PENGUNGKAPAN
KHUSUS BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN NON-DOMESTIK DAN PRINSIP AKUNTANSI YANG
DIGUNAKAN
Pengungkapan meliputi:
1. “laporan
ulang yang mudah” tentang informasi keuangan ke dalam mata uang asing.
2. Pembahasan
perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama
dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya.
3. Posisi
dan laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan standar akuntansi yang kedua
4. Sebuah
laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip
akuntansi kedua.
v PENGUNGKAPAN
PENGELOLAAN PERUSAHAAN
Pengelolaan perusahaan berhubungan dengan sarana internal di
mana perusahaan dijalankan atau dikendalikan-tanggungjawab, akuntabilitas,
hubungan di antara pemegang saham, anggota direksi, dan manajer yang disusun
supaya mencapai pemegang saham, anggota direksi dan manajer yang disusun dupaya
mencapai sasaran perusahaan
Empat komponen dari
rancangan kerja menurut Dallas, yaitu
1. Infrastruktur pasar
a. pola
kepemilikan
b. tingkatan
di mana perusahaan terdaftar secara umum
c. hak-hak
kepemilikan
d. pasar
untuk kendali korporasi
e. struktur
dewan
2. Lingkungan
hokum
a. jenis
system hokum
b. hak-hak
pemegang saham/penyokong dana
c. ketetapan
perusahaan/sekuritas
3. Lingkungan
peraturan
a. dewan
pengatur dan bidangnya
b. celah/kelengkapan
pengaturan
c. persyaratan
informasi dan waktu
d. efektivitas
pelaksanaan
4. Infrastruktur
informasi
a. standar
akuntansi
b. standar
audit
c. struktur
akuntansi/profesi audit
v PENGUNGKAPAN
DAN LAPORAN BISNIS DI INTERNET
Web
juga bisa digunakan untuk penyebaran informasi interaktif yang tidak serupa
dengan media cetak. Sebuah perkembangan penting yang akan memfasilitasi
pelaporan bisnis melalui Web adalah eXtensible Business Reporting Language
(XBRL). XBRL adalah sebuah system penamaan informasi atau data. Pengelompokkan
XBRL telah dikembangkan untuk GAAP Amerika Serikat dan Jerman serta IFRS, yang
mampu membuat persiapan laporan keuangan sesuai dengan semua standar akuntansi.
v PENGUNGKAPAN
LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA DENGAN PASAR BARU MUNCUL
Pengungkapan
dalam laporan tahunan perusahaan dari negara dengan pasar baru muncul biasanya
kurang luas dan kurang dapat dipercaya daripada semua perusahaan dari negara
berkembang. Level pengungkapan yang rendah di negara dengan pasar yang baru
muncul konsisten dengan system pemerintahan dan keuangan perusahaan mereka.
v IMPLIKASI
BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN MANAJER
Manajer
dinegara dengan tradisi pengungkapan yang rendah harus memahami apakah
pemakaian kebijakan yang mempertinggi pengungkapan bisa memberikan keuntungan
yang signifikan untuk perusahaan mereka. Manajer yang memutuskan untuk
mempertinggi pengungkapan di area investor dan analisis yang dianggap penting,
seperti segmen dan rekonsiliasi pengungkapan, bisa mendatangkan keuntungan yang
kompetitif terhadap perusahaan dengan kebijakan pengungkapan yang terbatas.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Unknown
My Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
UNIVERSITAS GUNADARMA