Minggu, 17 April 2016
BAB 5 Translasi Mata Uang Asing I & II
BAB V
Translasi Mata Uang Asing I &
II
A. ALASAN
TRANSLASI MATA UANG ASING
Banyak permasalahan yang berhubungan
dengan translasi mata uang asing muncul dari fakta bahwa nilai relatif mata
uang asing hampir tidak pernah stabil. Tingkat variabelitas nilai tukar,
dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan
penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian, semakin
mempersulit untuk dapat membandingkan hasil suatu perusahaan dengan prusahaan
lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan
periode lainnya.
Terdapat tiga alasan tambahan dalam
translasi mata uang asing :
a. mencatat
transaksi mata uang asing,
b. mempehitungkan
efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang`, dan
c. berkomunikasi
dengan peminat saham asing.
Akhirnya kenaikan jumlah investasi
internasional meningkatkan kebutuhan untuk menyampaikan informasi pembukuan
perusahaan yang berdomisili pada satu negara kepada para investor di negara
lainnya.
B. LATAR
BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang asing merupakan
translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan
poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya dolar AS. Mata
uang pada perdagangan negara-negara utama dibeli atau dijual pada pasar global.
Peserta pasar termasuk bank dan perantara keuangan lainnya, perusahaan bisnis,
individu, dan pedagang internasional dihubungkan oleh jaringan komunikasi
modern.
Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward,
atau pasar swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan
translasi langsung ataupun translasi tidak langsung.
C. EFEK
LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI
MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat
digunakan untuk mentranskasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang
domestik.
a. Pertama,
kurs saat ini, adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.
b. Kedua,
adalah kurs historis, yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset
dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata
uang asing pertama kali muncul.
c. Ke
tiga kurs rata-rata, yaitu nilai
rat-rata biasa atau dengan pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu.
Kurs historis pada umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing
dalam laporan keuangan domestik.
Transaksi Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik pada
transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang
asing.
Transaksi
mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi dihitung dengan
mata uang lain. Untuk mengerti alasannya, pertama-tama pertimbangkan gagasan
mengenai mata uang fungsional.
FAS
No. 52 keputusan pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing,
mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata uang asing
1.
Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban,
keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang
fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada
saat itu.
2.
Pada setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain
mata uang fungsional ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan
nilai tuka saat itu.
Terdapat
dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian transaksi
1. Perspektif
Transaksi Tunggal
Pada
transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan
sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa
transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
2. Perspektif
Ganda
Pada
perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan kejadian
yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
Untuk
tujuan keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk
transaksi mata uang asing.
D.
TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi secara internasioanal menggunakan berbagai metode
untuk
menunjukkan
aset, utang, pendapatan, dan beban dalam mata uang domestik yang
dinyatakan
dalam mata uang asing. Metode mata uang asing, seperti
1. Metode
Nilai Tukar tunggal
Metode
nilai tukar tunggal , yang diketahui juga sebagai metode kurs saat ini, telah
lama populer di EropaMetode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga
penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing. Pada
metode ini, laporan keuangan operasional asing memiliki laporan domisili
tersendiri
2. Metode
Nilai Tukar Ganda
Metode
nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses
translasi mata uang asingnya
a. Metode Current-Noncurrent
Pada metode ini, aset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat
itu dan utang lancar ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka
pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini.
b. Metode
Moneter-Nonmoneter
Metode ini juga
menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang
asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter ditranslasikan dalam kurs saat
ini.
c. Metode
Kurs Sementara
Dengan metode ini, translasi mata uang asing tidak mengubah
sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan
saja. Pada metode ini, item moneter seperti kas, piutang, dan utang
ditranslasikan dalam kurs saat itu.
Keuntungan dan Kerugian Translasi
Mata Uang Asing
Secara internasional, perlakuan
akuntansi terhadap penyesuaian tersebut sama banyaknya dengan prosedur
translasi mata uang asing.Pendekatan akuntansi untuk penyesuaian translasi mta
uang asing mulai dari penangguhan hingga tidak ada penangguan dengan pendekatan
hybrid pada keduanya
a.
Penangguhan
b.Penangguhan
dan Amortisasi
c.
Penangguhan sebagian
d.
Tidak ada penangguhan
E.
PENGEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
Praktik
akuntansi mata uang asing telah berkembang seiring waktu dalam respons terhadap
meningkatnya kompleksitas operasional multinasional dan perubahan dalam sistem
moneter internasional
1. Pra-1965
Sebelum 1965 praktik translasi mata
uang asing pada banyak perusahaan AS dipandu oleh Bab 12 Accounting Research
Bulletin No.43. Pernyataan tersebut mengadvokasi metode current-noncurrent.
Keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara langsung terhadap
pendapatan. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dimasukkan ke
dalam keuntungan selama periode yang ada. Kerugiannya diakui dalam pendapatan
lancar.
2. 1965-1975
ARB No.43 memperoleh beberapa
pengecualian khusus dalam metode current-noncurrent. Dalam keadaan khusus
persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis. Lebih jauh, translasi
mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs
saat ini tersebut diperbolehkan setelah accounting principles board opinion
No.6 dikeluarkan pada tahun 1965. Perusahaan tersebut memberikan pilihan
translasi mata uang asing lain bagi perusahaan dalam ARB No.43
3. 1975-1981
Untuk mengakhiri perbedaan metode
pada standar translasi mata uang asing sebelumnya, Financial acccounting
Standards board (FASB) mengeluarkan FAS No.8 pada tahun 1975. Pernyataan ini
secara segnifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukkan GAAP AS
dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementaraFAS No. 8
ternyata kontroversial. Sementara beberapa menghargai usulan yang teoritis,
banyak yang tidak menyetujui atas ditorsi yang ditimbulkan dalam pendapatan
perusahaan.
4. 1981-sekarang
Pada bulan mei 1978, FASB mengundang
komentar masyarakat tentang 12 keputusan pertamanya. FASB mempertimbangkan FAS
No.8 dan setelah beragam public meeting dan dua penjelasan berkas, akhirnya
mengeluarkan statement of Financial Accounting Standards No.52 pada tahun 1981.
F.
GAMBARAN STANDARD NO.52/STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
Tujuan translasi mata uang asing
dalam FAS No.8 berbeda secara substansi dari FAS No.52 FAS No.8,
mengadopsi perspektif induk perusahaan dengan memberi syarat bahwa laporan
keuangan mata uang asing dipresentasikan jika seluruh transasi mengikuti mata
uang yang digunakan induk perusahaan. Lebih jauh, mata uang fungsional
menunjukkan pilihan metode translasi mata uang asing yang digunakan untuk
tujuan usaha gabungan dan disposisi keuntungan dan kerugian nilai tukar.
Translasi Saat Mata Uang Lokal
adalah Mata Uang Fungsional
Jika mata uang fungsional dalah mata
uang asing yang tercatat dan dimasukkan, maka laporan keuangannya ditraslasikan
ke dalam dolar menggunakan metode kurs saat ini. Hasil keuntungan dan kerugian
traslasi mata uang asing diungkapkan dalam komponen yang terpisah dalam ekuitas
gabungan.Hal tersebut menjaga rasio laporan keuangan karena dikalkulasikan dari
pernyataan mata uang lokal.
Translasi saat Mata Uang Induk
Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
Saat mata uang induk perusahaan
adalah mata uang fungsional asing gabungan, laporan keuangan mata uang asing
tersebut akan dihitung terhadap dolar menggunakan metode kurs sementara.
Seluruh keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing muncul dari proses
translasi mata uang asing dimasukkan dalam perhitungan current-periode income.
Translasi saat Mata Uang Asing
adalah Mata Uang Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan
tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang
fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan
akan dihitung ulang dari mata uang lokal ke dalam mata uang fungsional (metode
kurs sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan kurs saat
ini.
G.
PERMASALAHAN PERHITUNGAN
Para pengguna akun gabungan harus
mengerti beberapa permasalahan jika mereka ingin menginterpretasikan dengan
tepat efek keuangan akibat translasi mata uang asing. Beberapa permasalahan
tersebut adalah
a.
Perspektif Laporan
b.
Apa yang terjadi dengan Harga Perolehan
c.
Konsep Pendapatan
d.
Laba Terkelola
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Unknown
My Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
UNIVERSITAS GUNADARMA
0 komentar:
Posting Komentar