Kamis, 04 Desember 2014
Resnsi film
TUGAS BAHASA INDONESIA -
RESENSI FILM
1.
Identitas Film
Judul
Film :
Top Secret a.k.a the
billionaire
Durasi
Film :
124 menit
Asal
film
:
Thailand
Produser :
Nawapol Tumrongrattanarit
Sutradara :
Songyos Sugmakanan
Penulis :
Jira Maligapool,Boycitychan
Penerjemah :
Vanridee Pongsittisak
Pemeran : Pachara
Chirathivat (Top Ittipat), Walanlak Kumsuwan (Paman Top), Somboonsuk Niyomsiri
(Lin/Kekasih Top), Thanom Assawarungrueng (Ayah Top), Karnsiree Kulkaweewut
(Ibu Top).
Tahun
Terbit : 20
Oktober 2011
Tempat
Terbit :
Thailand
Genre
Film :
Drama
2.
Sinopsis
Top Secret a.k.a The Billionaire
Saat usia 16, Dia adalah pencandu
game online.
Saat usia 17, Ia putus sekolah
untuk menjadi penjaja kacang.
Saat usia 18, Keluarganya
bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)
Saat usia 19, Dia menciptakan
cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di
Thailand.
Kini, di usia 26, Ia adalah
produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht
(sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.Namanya
Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa
3.
Ringkasan Film Top Secret a.k.a The Billionaire
Top Secret a.k.a The Billionaire adalah film
kisah nyata yang menceritakan tentang seorang anak muda, bernama Top Ittipat yang mempunyai ambisi besar
untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Namun, untuk mewujudkan
cita-citanya itu jalan yang harus dilaluinya sangat tidak mudah. Apalagi dengan
usianya yang terbilang cukup muda yaitu 19 tahun. Cerita ini dipenuhi
pengorbanan dari seorang Top. Berawal saat berumur 16 tahun, Top adalah pecandu
game online yang beruntung dan bisa memiliki banyak uang karena hobinya itu.
Namun bisnis tersebut tidak bertahan lama karena ID game online yang dia punya diblokir oleh pihak yang
bersangkutan sepak sebab dianggap ilegal
Saat berusia 17 tahun ia mencoba untuk mendapatkan uang
dengan menjual kacang goreng ala Thailand di supermarket. Saat itu dia kuliah di jurusan bisnis,
namun ia tidak pernah masuk kuliah dan hanya sibuk memikirkan bisnisnya.
Sebelum ia menjual kacang goreng ia melakukan survey lapangan terlebih dahulu.
Ia meneliti cara untuk mendapatkan rasa kacang goreng yang sangat enak. Usaha
ini awalnya terlihat sangat menguntungkan dan ia berhasil membuka beberapa
cabang dengan bantuan pamannya. Usaha ini kembali gagal karena mesin penggoreng
kacang menimbulkan asap dan berefek pada tembok supermarket. Pemilik
supermarket tersebut membatalkan kontrak sewa tempat dan melarang Top berjualan
lagi.
Saat berusia 18 tahun keluarganya bangkrut dan memiliki
hutang sebesar 40 juta Bath. Kedua orang tuanya memutuskan pindah ke China,
namun Top tidak mau ikut dan lebih memilih tinggal dithailand. Saat itu Top merasa
dropp dan sangat terpuruk, namun ia tidak pantang menyerah. Ia tidak kehabisan
akal dan ide untuk bangkit dari keterpurukannya. Berawal dari jalan-jalan
bersama dengan kekasihnya ia mendapatkan ide untuk berbisnis di bidang makanan
yaitu Snack Rumput Laut. Ia memutuskan untuk berbisnis di bidang itu.
Top membeli Rumput Laut mentah sangat banyak. Ia meminta
tolong pada pamannya untuk menggoreng. Rasa rumput laut gorengannya pahit namun
ia tidak menyerah. Saat ia pergi membeli rumput laut mentah, pamannya
menggoreng rumput laut di rumah dan terjatuh saat hujan tiba. Ia merasa
bersalah dan membawa pamannya kerumah sakit. Kemudian ia pulang dan mencoba
menggoreng rumput laut itu sendiri namun rasa yang dihasilkan tetap pahit. Ia
tidak putus asa hingga rumput laut yang ia beli habis. Ia merasa kesal dan
bingung. Kemudian ia melihat ada rumput laut yang tersisa yang terkena hujan kemarin.
Ia goreng rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Ia menemukan cara
terbaik dalam membuat snack rumput laut yaitu dengan diembunkan terlebih
dahulu.
Saat pamannya pulang dari rumah sakit ia berusaha dan
memperdagangkannya di supermarket. Snack jualannya sangat laku namun
penghasilannya tidak seberapa. Ia berfikir untuk mengembangkan usahanya dan ia
mencoba mendaftarkannya di 7-eleven. Awalnya usaha tersebut ditolak, namun ia
tidak menyerah dengan memperbaiki produknya dengan kemasan yang lebih kecil dan
dengan harga terjangkau. Ia kembali mempresentasikan di 7-eleven dan diterima.
Ia diperbolehkan bekerja sama namun harus mempunyai pabrik. Dia membangun
pabrik orang tuanya yang telah disegel dengan menjual mobilnya. Peninjauan
pabrik dilakukan oleh
7-eleven dan dia belum dinyatakan lolos sebab masih banyak kekurangan
dipabriknya. Ia berjanji memperbaikinya dan diterimalah kerjasamanya.
Sekarang
ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput
laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga
termasuk Indonesia. Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan
mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat
Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai "A young billionaire from Thailand".
6. Keunggulan dan Kekurangan Film
Keunggulan
Film ini sangat menginspiratif, penuh dengan petuah-petuah
hebat tentang perjuangan yang tidak kenal menyerah, terdapat sedikit informasi
tentang bisnis dan bagaimana memasarkan dagangan di supermarket 7-Eleven, Inspirasi bisa didapatkan dimana saja,
dipasar tradisional pun bisa, Mencoba dengan memulai, bukan banyak mikir dan memberikan inspirasi bagi
kaum muda untuk tidak takut berbisnis.
Kekurangan
Semoga di bagian yang
menceritakan “mengorbankan pendidikan dan uang orang tua” para penonton mudanya untuk sesuatu yang
belum tentu mereka bisa dapatkan hanya dengan modal semangat dan pantang menyerah saja.
8. Kesimpulan
Setiap usaha membutuhkan perjuangan dan kemauan keras
untuk mewujudkannya. Jika kita memiliki
kemauan untuk bekerja
keras apa yang kita impikan akan terwujud dan akan sukses nantinya. Janganlah
pantang menyerah dan harus
yakin bahwa yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Sesuai dengan pepatah,
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Unknown
My Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
UNIVERSITAS GUNADARMA

0 komentar:
Posting Komentar